Kamis, 06 Oktober 2016

HEWAN LANGKA INDONESIA INI TERANCAM PUNAH

1. Badak Jawa


Badak Jawa

Badak Jawa atau Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota family Rhenocerotidae dan salah satu dari lima spesies badak yang ada di dunia. Spesies ini kini statusnya sangat kritis. Populasinya kini hanya tinggal 40-60 ekor yang semuanya hidup di Taman Nasional Ujung Kulon, Propinsi Banten.

Berkurangnya populasi Badak Jawa ini akibat pemburuan untuk diambil culanya yang sangat berharga untuk pengobatan Cina.

2. Badak Sumatera


Badak Sumatera

Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua (Decororhinus Sumatrensis) adalah anggota family Rhenocerotidae yang juga merupakan salah satu dari lima spesies badak yang masih hidup di bumi. Badak ini adalah spesies badak terkecil dari yang ada di dunia dengan tinggi sekitar 120-145 centimeter dengan panjang mencapai 250 centimeter serta beratnya yang bisa mencapai 500-800 kilogram.

Badak yang memiliki dua cula ini hanya hidup di Taman Nasional Kerinci Seblat (Bengkulu) dengan populasi saat ini hanya tinggal 100 ekor.

3. Orangutan Kalimantan


Orangutan Kalimantan

Orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus) adalah spesies asli orangutan Kalimantan. Spesies Hewan langka ini terancam punah akibat pengrusakan habitat asli mereka, kebakaran hutan, bencana el nino, penebangan liar, pemburuan secara liar serta perdagangan orangutan secara ilegal.

Menurut survey Red List IUCN yang dilakukan pada tahun 2003-2005 silam populasi orangutan Kalimantan yang hidup di areal 86.000 km persegi ini mencapai 45.000 - 69.000 ekor.  Namun sejak terjadinya penebangan hutan dan pembakaran hutan Kalimantan diperkirakan bahwa saat ini jumlah orangutan Kalimantan yang masih hidup di bawah angka-angka tersebut di atas.

4. Harimau Sumtera


Harimau Sumtera
Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di Pulau Sumatera. Harimau Sumatera adalah salah satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klarifikasi satwa krisis yang terancam punah. 
Dalam daftar merah yang dirilis oleh Badan Konservasi Dunia IUCN populasi Harimau Sumatera di alam liar dan taman-taman nasional di Sumatera, Indonesia diperkirakan antara 400-500 ekor saja.  

5. Jalak Bali


Jalak Bali

Jalak Bali (leucopsar rothschild) adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang sekitar 25 centimeter.  Jalak Bali ini mempunyai ciri-ciri khusus tersendiri seperti memiliki bulu yang putih diseluruh tubuhnya kecuali warna hitam dibagian ujung ekor dan sayapanya. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru cerah dengan kaki berwarna keabu-abuan. 

Burung Jalak Bali ini hanya bisa ditemukan dibagian barat Pulau Bali dengan populasi saat ini menurut Daftar List IUCN hanya sekitar 115 ekor yang hidup di penangkaran Nusa Penida dan Taman Nasional Bali Barat yang cukup menjanjikan. 

6. Macan Tutul Jawa


Macan Tutul Jawa

Macan Tutul Jawa (panthera pardus melas) atau macan kumbang adalah salah satu spesies dari Macan Tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi di Pulau Jawa, Indonesia.

Sebagian populasi Macan Tutul Jawa ini dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Berdasarkan hilangnya habitat asli mereka pada hutan, penangkapan liar serta daerah dan populasi dimana hewan ini ditemukan sangat terbatas. Macan Tutul Jawa dievaluasikan sebagai hewan langka yang terncam punah sejak tahun 2007  

7. Orangutan Sumatera


Orangutan Sumatera

Orangutan Sumatera (pongo abelli) adalah spesies orangutan terlangka di dunia. Orangutan Sumatera hidup pada hutan endemik di Sumatera. Orangutan Sumatera ini memiliki tinggi sekitar 4-6 kaki dengan berat mencapai 200 pon yang sekarang hanya hidup di hutan-hutan Nangroe Aceh Darusallam.

Survey yang dilakukan pada tahun 2004 diperkirakan masih tersisa 7.400 orang utan Sumatera yang masih hidup di alam liar. Terutama banyak hidup di Taman Nasional Gunung Leuser. Program pengembangbiakan telah dilakukan di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Propinsi Jambi dan Riau.  

8. Kanguru Pohon Wondiwoi


Kanguru Pohon Wondiwoi

Kanguru Pohon Wondiwoi (dendrolagus mayri) adalah salah satu hewan langka jenis kanguru pohon asal Papua yang terancam punah. Menurut Red List IUCN populasinya saat ini hanya sekitar 50 ekor saja.

9. Merak Hijau


Merak Hijau

Merak Hjau (pavo muticus) adalah salah satu burung dari spesies Merak. Merak Hijau mempunyai bulu yang indah berwarna hijau keemasan.  Hewan langka ini terancam punah akibat banyaknya habitat asli mereka yang hilang serta penangkapan liar yang terus berlanjut. Dalam Red List yang dikeluarkan oleh IUCN, populasi Merak Hijau hingga saat ini hanya tinggal 15.000 - 30.000 ekor saja.

10. Kakak Tua Maluku 


Kakak Tua Maluku

Kakatua Maluku (cacatua moluccensis) adalah burung berukuran sedang dengan panjang 52 centimeter dari genus cacatua. Burung ini mempunyai warna bulu putih bercampur warna merah jambu. Di kepalanya terdapat jambul besar berwarna merah jambu yang dapat ditegakkan. 

Endemik asli Indonesia ini hanya hidup dan daerah penyebarannya hanya berada di hutan primer dan sekunder di Pulau Seram, Ambon, Pulau Haruku dan Pulau Saparua. Sejumlah populasi Kakatua Maluku ini dilindungi di Taman Nasional Manusela, Pulau Seram.

Menurut Daftar Red List IUCN pada tahun 2007, Burung Kakak Tua Maluku ini tinggal 9.640 ekor yang hidup di alam liar.   

Nah itulah Kesepuh Hewan Langka Inonesia Yang Terancam Punah dari muka bumi ini jika kita tidak menjaga dan melestarikannya dari sekarang. 

Sumber Dari: http://mahessa83.blogspot.com/2015/10/10-hewan-langka-indonesia-ini-terancam-punah.html#ixzz4MITIbMvu

Delapan Hewan Khas di Dunia


Di dunia ini, banyak sekali jenis hewan. Jumlahnya bisa mencapai jutaan spesies. Hewan-hewan itu tersebar di seluruh negara. Hampir di setiap wilayah terdapat hewan yang serupa di negara lainnya. Namun demikian, ada beberapa jenis hewan yang hanya terdapat di daerah atau negara tertentu dan tidak ditemukan di negara lainnya. Hal itu bisa disebabkan karena makanan, kondisi cuaca, serta tempat tinggalnya yang hanya cocok di wilayah itu.
Nah, dari sekian banyak hewan-hewan itu, bersama ini saya tuliskan delapan jenis hewan yang khas di sejumlah negara. Kedelapan hewan khas itu adalah :
1. Rakun : Hewan Khas Amerika Utara
Rakun adalah hewan khas dari Amerika Utara. Hewan ini termasuk ke dalam jenis mamalia. Ia sering pula disebut dengan coon (baca kun). Ukurannya tidak terlalu besar, dan tidak pula kecil. Ukuran tubuhnya sekitar 40-70 centimeter dengan berat antara 3,5 sampai 9 kilogram. Bulunya sangat tebal dengan warna abu-abu. Ketebalan buku ini berguna untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin. Panjang bulu mencapai 2-3 cm.
Rakun termasuk jenis binatang yang pintar dan cerdik. Menurut beberapa penelitian, rakun memiliki kepandaian dalam mengingat sesuatu sampai tiga tahun. Tempat tinggal utama rakun adalah hutan yang terletak di Amerika Utara. Biasanya, ia bisa ditemukan di hutan gugur dan hutan campuran. Terkadang, ia juga bisa ditemukan di daerah pegunungan dan pantai.
2. Kanguru : Khas dari Australia
Kanguru adalah hewan mamalia yang memiliki kantung (marsupialia). Hewan ini termasuk hewan khas Australia. Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin, yakni gangguru, yang artinya saya tidak tahu. (Lucu juga nih). Ada tiga spesies kanguru, yakni :
Kanguru Merah; adalah hewan marsupial terbesar yang masih hidup. Apabila berdiri tingginya dapat mencapai lebih dari dua meter dan bobotnya mencapai 90 kg. Kanguru jenis ini biasanya bergerak dalam kelompok besar. Mereka tidur di kala siang yang hawanya paling panas. Apabila tidak ada air, mereka akan mencari kelembaban dari tumbuhan hijau. Mereka juga hanya akan berkembangbiak apabila ada hujan dan tumbuh tanaman baru.
Kanguru Abu-abu Timur; dapat ditemukan di daerah subur Australia bagian timur.
Kanguru Abu-abu Barat; dapat ditemukan di Australia bagian barat, Australia bagian selatan yang dekat dengan pantai dan basin Sungai Darling. Kanguru Abu-abu sangat banyak jumlahnya. Mereka hidup di hutan-hutan eukaliptus yang terbuka dan di daerah berumput. Mereka memakan rumput.
Kanguru mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar didesain untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam. Tapi mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 km/jam. Harapan hidup kanguru sekitar 9-18 tahun. Walau kadang-kadang ada kanguru yang bisa bertahan hidup hingga 28 tahun.
3. Panda : Sichuan, Cina
Panda Besar atau Ailuropoda melanoleuca, sering disebut dengan si Kucing Hitan Putih. Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Pada setengah abad ke-20 terakhir, panda menjadi semacam lambang negara Tiongkok, dan sekarang ditampilkan pada uang emas negara tersebut.
Nama Cina-nya berarti “kucing-beruang,” dan juga bisa dibaca dibalik tanpa mengubah arti. Ia dinamai panda di Barat karena mirip dengan Panda Merah, dan dulunya dikenal sebagai Beruang Belang (Ailuropus melanoleucus).
Meskipun secara taksonomis ia adalah karnivora, makanannya seperti herbivora, sebagian besar tumbuh-tumbuhan, hampir hanya bambu saja. Secara teknis, seperti banyak hewan, panda adalah omnivora (Bisa disebut Karnivora, Omnivora, Herbivora), karena diketahui mereka juga makan telur, dan juga serangga selain bambu. Kedua makanan ini adalah sumber protein yang diperlukan. Telinganya bergerak-gerak saat mereka mengunyah.
Panda Besar termasuk spesies terancam punah, terancam oleh kehilangan habitat dan tingkat kelahiran sangat rendah, baik di alam maupun di kandang. Sekitar 1.600 diyakini masih hidup di alam. Panda Besar adalah lambang World Wildlife Fund (WWF), organisasi pelestarian alam.
Panda Besar memiliki cakar yang ganjil, dengan “jempol” dan lima jari; “jempol” ini sebenarnya tulang-pergelangan tangan yang termodifikasi.
4. Komodo : Flores, Nusa Tenggara Timur (Indonesia)
Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Baru-baru ini, Komodo dan Pulau Komodo ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia kategori alam (new 7 wonders of nature).
Komodo, termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.
Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup. Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.
5. Bison : Amerika Serikat
Bison adalah kelompok mamalia berkuku genap. Mereka membentuk genus Bison dari subfamili Bovinae dan famili Bovidae. Bison tinggal di bagian utara bumi. Bison Amerika tinggal di Amerika Utara. Mereka hidup hingga berusia 20 tahun, dan lahir tanpa tanduk.
6.  Onta : Jazirah Arabia
Unta atau Onta adalah dua spesies hewan berkuku genap dari genus Camelus (satu berpunuk tunggal – Camelus dromedarius, satu lagi berpunuk ganda – Camelus bactrianus) yang hidup ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur harapan hidup unta adalah antara 30 sampai 50 tahun. Onta disebut juga hewan khas padang pasir, karena hidupnya hanya di daerah yang padang pasir.
Domestikasi unta oleh manusia telah dimulai sejak kurang lebih 5.000 tahun yang lalu. Pemanfaatan unta antara lain untuk diambil susu (yang memiliki nilai nutrisi lebih tinggi dari pada susu sapi) serta dagingnya, dan juga digunakan sebagai hewan pekerja.
Unta Arab (dromedaris) hidup di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah serta anak benua India. Jumlahnya saat ini sekitar 14 juta ekor. Di Afrika Utara, unta Arab sangat berperan bagi sebagian negara, seperti Somalia dan Ethipia. Di sana unta dimanfaatkan susunya.
Unta bactrian hidup dikawasan Gurun Gobi di Cina, Mongolia dan Australia. Unta bactrian sat ini jumlahnya menurun sekitar 1.4 juta yang disebabkan berbagai faktor, salah satunya pembunuhan massal unta di australia. Unta di dianggap menjadi penyumbang gas rumah kaca dan dianggap menjadi biang kerk global warming.
7. Anoa : Sulawesi (Indonesia)
Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan kerbau dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.
Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.
8. Pesut : Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara (Kaltim, Indonesia)
Pesut (orcaella brevirostris) biasanya hidup di sungai-sungai daerah tropis. Di Indonesia, hewan yang mirip dengan lumba-lumba ini dikenal dengan nama Pesut Mahakam. Hal ini dikarenakan hidupnya ada di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Saat ini, hewan yang dilindungi ini hanya terdapat di tiga lokasi di dunia, yakni Sungai Mahakam (Kalimantan Timur, Indonesia), Sungai Mekong di Cina, dan Sungai Irawady (Myanmar).
Di sepanjang aliran sungai Mahakam, mulai dari Kabupaten Kutai Kartanegara hingga pedalaman Kutai Barat, dapat ditemukan pesut Mahakam ini. Masuk ratusan kilometer ke pedalaman Kutai Kartanegara, tepatnya antara Kecamatan Kota Bangun dan Muara Muntai, lalu masuk ke Kabupaten Kutai Barat di Kecamatan Penyinggahan, Muara Pahu, Melak, hingga Long Iram, sering dijumpai pesut Mahakam. Hanya saja, populasinya saat ini sudah berkurang dan terancam punah. Tidak diketahui dengan pasti, berapa populasinya.
Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai di perairan Sungai Mahakam, Danau Jempang di Kecamatan Tanjung Isuy (15.000 Ha), Danau Semayang (13.000 Ha) dan Danau Melintang (11.000 Ha) di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pesut mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur). Tubuh Pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat pada bagian bawah –tidak ada pola khas. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar; tidak ada paruh. Sirip dada lebar membundar. (syafik).

Flora dan Fauna Khas Australia

Hewan asli Australia sangat berbeda dengan hewan yang dijumpai di tempat-tempat lain di dunia.
Pada kenyataannya, kebanyakan tanaman dan hewan asli Australia hanya dijumpai di Australia.
Pohon kayu eukaliptus (569 jenis) dan pohon kayu akasia (772 jenis) merupakan tanaman yang paling umum dijumpai, sebagaimana tampak dalam Gambar 3.1.
Hutan eukaliptus di Gippsland, VIC.
Tourism Victoria
Gambar 3.1:
Hutan eukaliptus di Gippsland, VIC.
Tanaman-tanaman ini dijumpai di tempat-tempat yang iklimnya berlainan, seperti daerah beriklim panas, padang pasir dan di daerah bersalju.
Hewan Australia yang paling terkenal adalah hewan marsupial (berkantung) yang disebut kanguru (Lihat Gambar 3.12.) dan koala (Lihat Gambar 3.2).

Koala yang makan daun eukaliptus
Erik Howarth
Gambar 3.2: Koala yang makan daun eukaliptus
Di antara hewan-hewan Australia yang luar biasa adalah platypus dan trenggiling yang keduanya adalah jenis monotrem [yakni hewan mamalia tak bergigi dan berlobang satu untuk bertelur dan buang air], (Lihat Gambar 3.3 dan 3.4).
Platypus
Gambar 3.3: Platypus
Trenggiling
Nolene Finch
Gambar 3.4: Trenggiling

Hewan marsupial dan monotrem

Hewan mamalia di Australia digolongkan menjadi hewan marsupial dan monotrem. Beberapa di antaranya juga dijumpai di Papua Nugini dan Irian Jaya.
Hewan marsupial adalah hewan berkantung. Waktu dilahirkan, hewan ini tidak berambut dan sangat kecil, kurang dari tiga sentimeter panjangnya. Sesudah lahir, hewan ini hidup di kantung induknya dan menetek. Mereka keluar dari kantung bila sudah benar-benar cukup besar.
Hewan marsupial hidup di tempat-tempat yang berlainan tumbuh-tumbuhannya. Koala, yang dapat dilihat pada Gambar 3.2, adalah hewan marsupial yang hidup di hutan-hutan eukaliptus dan hanya memakan daunnya.
Monotrem adalah jenis hewan-hewan yang bertelur, seperti hewan reptilia (melata) atau burung, tetapi meneteki anaknya seperti hewan mamalia.

Hutan-hutan tropis dan sedang

Hutan tropis dan hutan sedang dijumpai di tempat yang curah hujannya banyak. Di hutan ini ada banyak pohon besar dan berbagai jenis tanaman lain. Hutan ini ada di daerah tropis yang panas dan lembab di Queensland, di daerah pantai Australia bagian timur dan di Tasmania yang beriklim sedang, basah, dan sejuk.
Di hutan yang terletak di daerah tropis ada pohon anggur dan pohon kelapa sawit. Hutan jenis ini ada hubungannya dengan hutan yang ada di Indonesia dan di Asia Tenggara. Hal ini karena dulu pada zaman es permukaan laut yang lebih rendah telah menghubungkan Australia dengan Irian Jaya sehingga hutan-hutan ini meluas. Di daerah-daerah yang beriklim sejuk dan sedang, juga ada pohon pakis dan lumut di hutan ini serta pohon beech yang berasal dari benua Antartika (Lihat Gambar warna 5). Australia bersatu dengan benua Antartika kira-kira lebih dari 55 juta tahun yang lalu.
Hutan tropis beriklim sedang di Australia bagian timur. Pohon pakis merupakan ciri umum di hutan jenis ini.
NSW National Parks & Wildlife Service
Gambar warna 5: Hutan tropis beriklim sedang di Australia bagian timur. Pohon pakis merupakan ciri umum di hutan jenis ini.
Di daerah-daerah beriklim sedang dan hangat di Australia bagian timur, hutan tropis mempunyai ciri-ciri tropis dan daerah beriklim sedang yang sejuk.
Banyak tempat-tempat di hutan tropis itu yang dibuka, dan sisa hutan yang ada sekarang dimasukkan dalam daftar Daerah Pelestarian Alam.

Hewan dan burung di hutan tropis

Burung kasuari, kuskus, dan kanguru pohon dijumpai di hutan-hutan daerah tropis di Queensland sebelah utara serta di Irian Jaya. Kuskus juga dijumpai di Sulawesi.

Kasuari

Kalau berdiri tingginya kira-kira satu setengah meter. Burung ini tidak dapat terbang dan makanannya adalah buah-buahan yang berjatuhan.

Kuskus tutul dan beruang

Hewan marsupial ini hidup di atas pohon. Mereka ini aktif di malam hari. Makanannya adalah bunga, buah-buahan dan daun-dauan. Kuskus jenis abu-abu juga ditemukan di Irian Jaya dan Papua Nugini.
Australia Post
Australia Post
DEPARPOSTEL
DEPARPOSTEL
Gambar 3.5: Kuskus dijumpai di Australia dan Indonesia dan prangko ini dipakai di Australia dan Indonesia.

Kanguru pohon

Hewan marsupial. Hidupnya di atas pohon. Pada siang hari mereka tidur di dahan-dahan pohon. Pada malam hari mereka makan daun dan buah.

Hutan pohon eukaliptus

Eukaliptus adalah pohon asli Australia. Ada yang hanya beberapa meter tingginya dan ada pula yang berukuran raksasa sampai seratus meter tingginya. Eukaliptus adalah pohon kayu keras yang tertinggi di dunia. Pohon ini dijumpai di daerah yang iklimnya berlainan, baik di padang pasir yang panas maupun daerah yang sangat dingin. Pohon ini dijumpai di daerah yang dekat dengan pantai maupun di pegunungan.
Pohon eukaliptus tahan api. Pohon ini memiliki kulit tebal yang mengelupas sesudah terbakar. Benihnya dapat hidup di tanah atau di dalam biji kacang pohon selama bertahun-tahun. Benih ini dapat tumbuh sesudah terjadi kebakaran. Meskipun hutan eukaliptus terbakar, pohon itu dapat cepat tumbuh lagi.
Pohon eukaliptus juga dapat bertahan hidup di musim kemarau. Hal ini terjadi karena daun-daun pohon eukaliptus berguguran di musim kemarau. Pohon eukaliptus sangat sesuai untuk tanah Australia yang tidak subur, iklim yang kering dan seringnya ada kebakaran hutan. Hutan eukaliptus berkembang manakala iklim Australia menjadi semakin kering selama duapuluh juta tahun terakhir.
Lebih tujuh puluh persen hutan eukaliptus Australia telah ditebang pohonnya selama dua ratus tahun terakhir. Ada upaya untuk menyelamatkan hutan-hutan yang tersisa.

Hutan-hutan eukaliptus yang lembab

Pohon-pohon eukaliptus di hutan ini adalah yang tertinggi. Hutan ini ada di sepanjang pantai timur Australia, di Tasmania, dan di Australia Barat sebelah baratdaya, yakni di daerah-daerah yang banyak curah hujannya. Banyak pohon yang tingginya sampai tujuh puluh meter.

Hutan-hutan eukaliptus yang kering

Hutan jenis ini adalah hutan eukaliptus yang paling umum. Hutan ini mendominasi daerah pantai, dari Tanjung York ke Tasmania dan melintas sampai ke Australia Selatan. Hutan ini juga ada di Australia barat sebelah baratdaya. Biasanya di hutan ini ada lapisan semak belukar yang lebat, yang terdiri atas pohon kasuarina, akasia, banksia dan kalistemon. Apabila dalam kurun waktu sepuluh tahun terjadi kebakaran lebih dari sekali, semak
belukar ini digantikan oleh rerumputan.
Hutan-hutan eukaliptus yang kering
Asian Field Study Centres
Gambar 3.7: Hutan-hutan eukaliptus yang kering

Tanah berhutan eukaliptus

Tanah berhutan eukaliptus dijumpai di daerah yang setengah gersang. Pohon ini tumbuh di tanah yang jelek. Pohon-pohon di hutan eukaliptus kurang dari duapuluh meter tingginya. Di bawah pohon eukaliptus ini tumbuhlah pohon akasia, banksia, hakea (semak jarum), leptospermum (pohon teh) dan Xanthorrhoa (pohon rumput) yang dapat dilihat pada Gambar 3.6. Rumput tumbuh di daerah yang sering kebakaran.
Pohon rumput (Xanthorrhoa).
Gambar 3.6: Pohon rumput (Xanthorrhoa).

Mallee

Hutan jenis ini terdiri atas pohon-pohon eukaliptus yang rendah dan berdahan banyak serta dijumpai dekat padang pasir.
Mallee
Parkes Primary School, NSW
Gambar 3.8: Mallee

Hewan-hewan di hutan eukaliptus

Banyak hewan khas Australia yang hidupnya di hutan-hutan eukaliptus. Yang paling terkenal adalah kanguru, koala, kukabura, dan kakaktua. Hewan lain adalah posum, sugar glider (sejenis posum yang bergelantungan dari pohon ke pohon), wallaby (semacam kanguru), dan quoll (sejenis wallaby kecil).

Platypus

Hewan ini hidup di sungai-sungai Australia sebelah timur. Hewan ini aktif di malam hari. Makanannya adalah serangga air dan udang karang yang hidup di air tawar. Pandangan matanya lemah dan ia mencari makan dengan menggunakan paruhnya yang sangat sensitif. Hewan ini menggali terowongan ke arah pinggir sungai dan di sinilah mereka tidur dan berkembang-biak.

Koala

Hewan marsupial ini dijumpai di daerah beriklim panas dan dingin, mulai daerah tropis di Queensland sampai daerah Victoria yang beriklim sedang. Makanannya hanya dedaunan dari pohon eukaliptus tertentu. Hampir sepanjang hari koala tidur di cabang pohon, dan makan pada malam hari.

Kanguru abu-abu

Kanguru ini sangat banyak jumlahnya. Mereka hidup di hutan-hutan eukaliptus yang terbuka dan di daerah berumput. Makanannya rumput.

Kukabura

Burung ini (Gambar 3.11) dijumpai di hutan eukaliptus dan di daerah berhutan eukaliptus. Suara tawa burung ini lain dari yang lain. Mereka hidup berkelompok dan bersarang di pohon. Makanannya serangga, hewan-hewan kecil, kadal, dan ular.
Kukabura
Nolene Finch
Gambar 3.11: Kukabura

Trenggiling

Trenggiling adalah monotrem. Tubuhnya tertutup bulu yang panjang dan lancip. Mereka menggunakan bulunya ini untuk melindungi diri. Apabila diserang, mereka dapat dengan cepat bersembunyi dalam tanah dengan menggunakan cakarnya yang kuat. Hanya bulunya yang runcing itu yang kelihatan.

Tanah berbelukar yang gersang dan tanah berumput

Ada beberapa jenis tanah berbelukar dan tanah berumput.

Brigalow, Piliga dan Mulga

Tanah berbelukar jenis ini dijumpai di daerah pedalaman yang kering. Daerah ini kebanyakan dipenuhi oleh pohon akasia. Ada yang tanahnya dipenuhi pohon seluruhnya dan ada juga yang merupakan hutan terbuka atau pepohonan yang tersebar dengan rerumputan. Di daerah belukar jenis Brigalow dijumpai tanaman pohon botol (batangnya menyerupai botol), sedangkan di belukar jenis Piliga dan Mulga ada berbagai jenis pohon pinus cemara di antara pepohonan akasia.

Belukar perdu

Belukar ini dijumpai di tepian padang pasir. Perdu adalah tumbuhan yang bermanfaat sebagai tempat penggembalaan di daerah yang setengah gersang. Namun, tanaman perdu ini sering rusak karena terlalu banyak digunakan untuk menggembalakan ternak.
Belukar perdu - Spinifex
Wilderness Society
Gambar 3.9: Belukar perdu - Spinifex

Tanah berumput

Tanah berumput ini dijumpai di tepian padang pasir. Tanaman ini berumur pendek dan tanaman yang digunakan untuk bumbu tumbuh di antara rerumputan.

Hewan daerah gersang

Kanguru merah

Kanguru merah (Lihat Gambar 3.12) adalah hewan marsupial terbesar. Apabila berdiri tingginya mencapai lebih dari dua meter, dan biasanya bergerak dalam kelompok besar. Mereka tidur di kala siang yang hawanya paling panas.
Apabila tidak ada air, mereka mencari kelembaban dari tumbuhan hijau dan hanya berkembang-biak apabila ada hujan dan apabila tumbuh tanaman baru.

Kanguru merah
Nolene Finch
Gambar 3.12: Kanguru merah

Wombat

Hewan marsupial ini seperti koala tetapi hidupnya di tanah. Makanannya rumput dan mereka makan di malam hari. Sarangnya di dalam tanah dan mereka
berkembang-biak di sana. Jenis yang paling umum dijumpai di Australia Tenggara. Dua jenis lainnya dijumpai di daerah-daerah yang setengah gersang.

Burung Emu

Burung emu, tampak pada Gambar 3.13 dan Gambar warna 6, adalah burung terbesar di Australia, dan kalau berdiri tingginya mencapai satu setengah meter. Burung ini tidak dapat terbang dan mirip burung onta.
Burung Emu di daerah gersang.
NSW National Parks & Wildlife Service
Gambar warna 6: Burung Emu di daerah gersang.
Burung emu dijumpai di berbagai iklim yang berbeda. Sarangnya berbentuk lubang dangkal kecil di tanah. Burung emu jantan yang mengerami telurnya. Diperlukan waktu kira-kira delapan minggu untuk menetaskannya. Burung yang muda bergaris-garis tubuhnya untuk memudahkannya menyamar.
Burung Emu
Gambar 3.13: Burung Emu

Burung beo

Burung ini umumnya ada di daerah-daerah gersang dan dijumpai di seluruh Australia. Warna dan ukurannya bermacam-macam. Kakatua yang tampak pada Gambar 3.14, adalah burung beo terbesar dengan hiasan kepala dan ekor yang pendek dan persegi. Burung bernama lorikit lebih kecil ukurannya dan berwarna-warni dengan lidah seperti sikat untuk makan madu bunga. Burung beo jenis budgerigar dikenal hidup dalam kelompok besar di hutan terbuka maupun di padang pasir.
Burung kakaktua
Gambar 3.14: Burung kakatua

Tanaman padang pasir

Tanaman yang dapat bertahan hidup di padang pasir dengan air yang hanya sedikit disebut jenis xerofitis. Ini artinya tanaman tersebut sesuai untuk iklim yang kering. Pohon akasia, pohon èk padang pasir dan rumput landak (daunnya runcing) banyak dijumpai di padang pasir Australia. Ketika turun hujan, kadang-kadang sesudah bertahun-tahun, jutaan benih yang berserak di tanah keluar kecambahnya. Oleh karena itu tumbuhlah tanaman dan bunga-bunga pun bermekaran tetapi hanya sebentar.
Tanaman xerofitik
Robin Darnley
Gambar 3.10: Tanaman xerofitik

Hewan-hewan padang pasir

Bilby

Ini adalah anggota kelompok bandicoot (sejenis tikus). Hewan ini sekarang hanya hidup di padang pasir karena ia menjadi buruan hewan pendatang seperti kucing dan serigala. Hewan ini memperoleh kelembaban dari makanannya karena tidak ada air di sekitarnya.

Katak penyimpan air

Katak ini muncul ke permukaan sesudah turun hujan. Ia berkembang-biak di kubangan air yang sifatnya kebetulan atau hanya sementara. Kemudian ia memenuhi dirinya dengan air dan membentuk semacam kepompong untuk menyimpan kelembaban air itu sehingga ia dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun sampai hujan turun lagi.

Biawak pasir

Biawak merupakan hewan melata yang terbesar di padang pasir. Banyak sekali jenis biawak di padang pasir dibandingkan dengan di tempat lain. Australia memiliki berbagai jenis biawak dan ular terbanyak di dunia.

Biawak Thorny Devil - Moloch horridus

Warnanya kuning dan hitam. Kulitnya berduri (Lihat Gambar warna 7) .
Biawak berduri yang disebut 'Thorny Devil' terbiasa di daerah yang sangat kering. Galur-galur yang ada di antara duri-durinya menjadi penyalur air ke dalam pokoknya.
The Ayres Rock resort
Gambar warna 7: Biawak berduri yang disebut 'Thorny Devil' terbiasa di daerah yang sangat kering. Galur-galur yang ada di antara duri-durinya menjadi penyalur air ke dalam pokoknya.

Kawasan pegunungan Alpen

Tumbuh-tumbuhan Alpen

Kawasan pegunungan yang tinggi hanya merupakan bagian kecil saja dari Australia. Di pegunungan ini dijumpai tumbuhan alpen. Tumbuhan ini dapat bertahan hidup dalam cuaca yang dingin membekukan. Tumbuhan ini pendek dan beberapa di antaranya hanya tumbuh setinggi beberapa sentimeter.

Hewan Pegunungan Alpen

Hewan yang disebut possum pigmi gunung yang dapat dilihat dalam Gambar 3.15 tahan hidup di musim yang sangat dingin dengan cara tidur selama berhari-hari. Hewan ini tetap aktif di selokan-selokan di bawah salju. Hidupnya bergantung dari lemak dan biji-bijian yang dikumpulkannya selama musim panas.
Possum pigmi gunung
Australian Museum
Gambar 3.15: Possum pigmi gunung

Katak korobori

Katak ini lain dari yang lain. Katak korobori berkembang-biak dalam tanah.

Jenis-jenis tumbuhan yang utama di Australia

  Luas (km2)
Hutan tropis 36.000
Hutan eukaliptus yang lembab 359.000
Hutan eukaliptus yang kering 1.066.000
Tanah hutan eukaliptus 1.985.000
Mallee 2.392.000
Tanah tinggi pegunungan & tanah belukar 484.000
Tanah berumput 759.000
Padang rumput 495.000
Pohon bakau 22.000
Kebun dan ladang tanaman 115.706

Hewan Australia

Hewan unik kami merupakan salah satu dari banyak alasan orang berkunjung ke negara ini.

Hewan unik kami merupakan salah satu dari banyak alasan orang berkunjung ke negara ini. Australia memiliki lebih dari 378 spesies mamalia, 828 spesies burung, 4.000 spesies ikan, 300 spesies kadal, 140 spesies ular, dua spesies buaya, dan sekitar 50 jenis mamalia laut.
Lebih dari 80 persen tumbuhan, mamalia, reptil, dan katak Australia tidak terdapat di negara lain. Sebagian hewan kami yang paling terkenal yaitu kanguru, koala, ekidna, anjing dingo, platipus, walabi, dan wombat.
Hewan asli Australia sering sulit ditemukan di alam liar, tetapi Anda dijamin dapat melihatnya di kebun binatang dan taman margasatwa kelas dunia kami yang terdapat di seluruh wilayah dan kota besar. Di antaranya Taronga Zoo Sydney, Rainforest Habitat di Port Douglas, Healesville Sanctuary di Victoria, Cleland Wildlife Park di South Australia, dan Australia Zoo di Queensland.
Gambar Hewan Australia
Australia kaya akan satwa asli, dan banyak di antaranya hanya bisa ditemukan di sini.
Western Quoll (Dasyurus geoffroii), Narrogin, WA
Mamalia
Australia tidak memiliki hewan pemangsa besar. Dingo (anjing liar) merupakan mamalia karnivora terbesar di Australia. Hewan karnivora unik lainnya meliputi Numbat, Quoll, dan Tasmanian Devil, tetapi semuanya tidak lebih besar dari ukuran rata-rata kucing rumah.
Dingo dapat ditemukan di seluruh Australia, kecuali di Tasmania. Tempat terbaik untuk melihatnya adalah di Pulau Fraser Queensland, KimberleyAustralia Barat, serta gurun pasir di Teritorial Utara dan Australia Selatan. Numbat hanya ditemukan diAustralia Barat; dan selain di taman margasatwa, Anda hanya dapat melihat Tasmanian Devil di alam liar di Tasmania. Quoll yang terancam punah juga sulit ditemukan di alam liar, tetapi menghuni hutan basah di Australia tenggara dan Tasmania, serta kawasan kecil di Queensland utara. Bilby, sejenis bandikut, dapat dilihat di Francois Peron National Park di Australia Barat.

Kangaroo,
The Vines Resort,
Swan Valley, WA
Hewan berkantong
Australia memiliki lebih dari 140 spesies hewan berkantong, termasuk kanguru, walabi, koala, dan wombat.
Di Australia terdapat 55 spesies asli kanguru dan walabi. Ukuran serta berat kanguru dan walabi sangat bervariasi, mulai dari setengah kilogram sampai 90 kilogram. Perbedaan utama antara keduanya adalah ukuran — walabi biasanya lebih kecil. Perkiraan populasi kanguru Australia berkisar antara 30 sampai 60 juta. Anda pasti dapat dengan mudah melihat kanguru di alam liar di sebagian besar wilayah pedesaan Australia. Di Victoria, Anda dapat melihatnya di Anglesea, yaitu di Great Ocean Road dan di Grampians. Hewan ini pun dapat dijumpai di Kangaroo Island dan Flinders Ranges di Australia Selatan. Anda dapat melihatnya dari jarak dekat di Namadgi dan Kosciuszko National Park, pegunungan Alpen Australia di Pebbly Beach, New South Wales, dan di Maria Island, Tasmania. Di daerah pedalaman, Anda akan sering melihatnya berlompatan saat menyeberangi jalan. Walabi tersebar di seluruh Australia, terutama di kawasan yang terpencil, berbatu-batu, dan terjal. Anda dapat melihatnya dari jarak dekat di Flinders Ranges, Australia Selatan, di Freycinet National Park, Tasmania, serta di Namadgi dan Kosciuszko National Park di pegunungan Alpen Australia.
Semua orang suka koala, tetapi ketahuilah — hewan ini bukan beruang. Anda dapat melihat koala di sepanjang pantai timur Australia yang beriklim sedang. Beberapa tempat yang paling disukai koala untuk bercengkerama adalah Tidbinbilla Nature Reserve, dekat Canberra; Port Stephens di New South Wales, dan Lone Pine Koala Sanctuary di Queensland. Anda dapat mengamati hewan ini di alam liar di Phillip Island, Victoria dan Yanchep National Park, Australia Barat.
Makhluk lain yang dapat Anda temukan di sini adalah wombat — hewan penggali yang gemuk ini dapat mencapai berat 36 kilogram. Hewan ini juga sulit dilihat di alam liar, tetapi paling mungkin dijumpai di Blue Mountains National Park dan Kosciuszko National Park di New South Wales,Wilsons Promontory di Victoria, Cradle Mountain-Lake St. Clair di Tasmania, dan di taman-taman nasional di Australia Selatan.

Echidna,
Kangaroo Island, SA
Monotremata
Kelompok hewan lain yang hanya ditemukan di Australia adalah monotremata, atau mamalia bertelur. Yang paling khas adalah platipus, hewan sungai dengan paruh seperti bebek, tubuh berbulu kedap air, dan kaki berselaput. Platipus tinggal di dalam liang yang digalinya sendiri di tepi sungai. Hewan ini sangat pemalu dan sulit ditemukan, tapi, besar kemungkinan Anda dapat menjumpainya di kali kecil dan sungai yang tenang di kawasan pesisir timur. Tempat yang baik untuk melihatnya adalah Tidbinbilla Nature Reserve dekat Canberra, Elizabeth Lake di Great Otway National Park, Victoria, Cradle Mountain-Lake St Clair National Park di Tasmania, serta bagian utara New South Wales dan Queensland.
Ekidna, atau landak pemakan semut, merupakan monotremata lainnya, yang memiliki lidah panjang dan lengket serta kulit berduri seperti landak — jadi jangan coba-coba menangkapnya! Kangaroo Island merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat ekidna di alam liar.

Forest Kingfisher,
Kakadu National Park,
NT
Burung
Dari 828 spesies burung yang ada di Australia, sekitar setengahnya tidak ditemukan di tempat lain. Mulai dari burung isap madu yang kecil hingga emu besar setinggi hampir dua meter yang tidak bisa terbang. Peluang terbaik untuk melihat emu di alam liar adalah di padang rumput, hutan sklerofil, dan hutan sabana.
Berbagai burung air, burung laut, dan burung lainnya mendiami rimba serta hutan terbuka. Di antaranya kasuari, angsa hitam, penguin peri, kukabura, lyrebird, dan kurawong. Anda dapat dengan mudah melihat penguin di Kangaroo Island di Australia Selatan dan Philip Island di Victoria.
Burung Albert's lyrebird dapat dilihat di Mount Warning National Park dan hutan hujan Gondwana di daerah pedalaman Gold Coast. Burung superb-lyrebird yang lebih umum dapat dilihat di Dandenong Ranges National Park dan Kinglake National Park di sekitar Melbourne dan Royal National Park, serta kawasan Illawarra di selatan Sydney. Anda juga dapat menemukan burung ini di Tidbinbilla Nature Reserve, dekat Canberra, Tower Hill di Victoria, dan sejumlah taman nasional sepanjang pantai timur Australia.
Kukabura, terkenal karena gelak tawanya yang heboh mirip suara manusia setiap pagi dan petang, mudah ditemukan, dan Anda paling mungkin melihat (atau mendengar) burung ini di pedesaan dan sering juga di pinggiran kota.
Broome Bird Observatory dan Kakadu National Park, keduanya tempat yang sangat baik untuk melihat berbagai jenis burung rawa dan migran.
Ada 55 spesies burung beo di Australia, dengan corak yang berwarna-warni, termasuk berbagai jenis kakaktua, rosella, perkici, cockatiel, parkit, dan budgerigar. Burung ini sering terlihat di daerah pedesaan dan perkotaan.

Gould's Goanna,
Murchison, WA
Reptil
Australia memiliki lebih banyak spesies ular berbisa daripada benua lainnya, 21 dari 25 ular paling mematikan di dunia ada di sini. Tapi tidak semua ular beracun; kami juga memiliki beberapa sanca dan ular pohon yang menakjubkan.
Kami juga terkenal karena buayanya, baik varietas air tawar maupun air asin. Kakadu dan Kimberley National Park, keduanya merupakan tempat yang tepat untuk melihat buaya di habitat alaminya.
Ada lima jenis penyu langka yang bersarang dan bertelur di pantai-pantai tertentu pada musimnya; serta delapan spesies kura-kura air tawar. Ningaloo Reef di Australia Barat dan Eco Beach di Broomemerupakan tempat ideal untuk melihat penyu.
Kami juga memiliki banyak jenis kadal, "naga", dan biawak, termasuk Kadal Leher Rumbai dan Naga Berjanggut yang spektakuler. Di Kimberley terdapat sekitar 178 spesies reptil, yang terkenal di antaranya Kadal Leher Rumbai serta kadal "ta ta" yang dapat ditemukan di mana-mana. Kadal thorny devil dapat ditemukan di habitat padang pasir termasuk Shark Bay, Carnarvon, dan Exmouth di Australia Barat.
Berbagai reptil termasuk bearded dragons, biawak perentie, dan kadal lidah biru dapat dilihat di Australia Tengah dan Flinders Ranges di Australia Selatan.

Dolphins, Monkey Mia,
Shark Bay
World Heritage Area,
WA
Hewan laut
Lingkungan laut kami dihuni sekitar 4.000 dari 22.000 spesies ikan dunia, serta 30 dari 58 spesies lamun dunia. Kami juga memiliki terumbu karang terbesar di dunia, Great Barrier Reef yang terdaftar sebagai Warisan Dunia, tempat yang memiliki begitu banyak spesies ikan berwarna-warni, termasuk ikan giru yang indah, sehingga Anda perlu berkunjung berkali-kali untuk melihat semuanya. Kami juga memiliki sekitar 1.700 spesies karang.
Spesies hewan laut yang lebih besar meliputi ikan migran gurano (hiu paus), paus bungkuk, paus sikat selatan dan paus pembunuh, ikan duyung, aneka spesies lumba-lumba, dan sejumlah spesies ikan hiu. Paus dapat dilihat di sepanjang pantai timur dan barat dari Mei hingga November. Ningaloo Reef di Australia Barat merupakan salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat hiu paus, dan sejumlah biro wisata menyediakan tur untuk berenang bersama makhluk raksasa yang jinak ini. Kangaroo Island merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat anjing laut berbulu Australia di alam liar.

Adelaide Zoo, Adelaide, SA
Kebun Binatang Australia
Hewan-hewan Australia yang unik merupakan daya tarik utama bagi pengunjung internasional; dan banyak kebun binatang di Australia yang termasuk kebun binatang terbaik di dunia. Australia memiliki kebun binatang publik dan swasta. Sebagian kebun binatang Australia memamerkan berbagai spesies eksotis seperti kucing besar dan gajah; sementara kebun binatang lainnya berfokus pada hewan dan burung asli Australia. Kebun binatang dan cagar alam di Australia berperan penting dalam pendidikan dan penelitian lingkungan untuk pelestarian hewan yang terancam punah. Banyak kebun binatang di Australia yang menyelenggarakan acara khusus, tur 'di balik layar', dan acara menginap yang meliputi melihat hewan-hewan dari dekat. Berikut tempat-tempat untuk melihat koala, kanguru, wombat dan binatang Australia lain yang menakjubkan.

Hewan Nasional Berbagai Negara di Dunia.

Jenis hewan sangat beragam dan tersebar di berbagai belahan dunia. Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara terbesar yang memiliki keanekaragaman floran dan fauna. Satwa Indonesia memiliki keanekaragaman yang tinggi karena wilayahnya yang luas dan berbentuk kepulauan tropis. Keanekaragaman yang tinggi ini disebabkan oleh Garis Wallace, membagi Indonesia menjadi dua area; zona zoogeografi Asia, yang dipengaruhi oleh fauna Asia, dan zona zoogeografi Australasia, dipengaruhi oleh fauna Australia. Pencampuran fauna di Indonesia juga dipengaruhi oleh ekosistem yang beragam di antaranya: pantai, bukit pasir, muara, hutan bakau, dan terumbu karang.
Hewan endemik Indonesia adalah hewan-hewan yang hanya ditemukan di Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan tidak sedikit satwa endemik ini hanya ditemukan di satu pulau atau wilayah tertentu di Indonesia saja. Endemisme merupakan gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, lungkang (niche), negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik, spesies hewan harus ditemukan hanya di suatu tempat tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain. Sehingga hewan yang masuk daftar endemik ini hanya dipunyai Indonesia saja.
Hewan nasional merupakan hewan yang dapat mewakili karakteristik sebuah bangsa dan negara. Indonesia memiliki dua hewan nasional yaitu Elang Jawa dan Komodo. Elang Jawa adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. 
Di beberapa negara juga terdapat hewan yang dijadikan hewan nasional. Berikut ini beberapa hewan nasional negara-negara di dunia.
Negara Nama Hewan Nama Ilmiah Gambar
Afghanistan Leopard Salju Panthera uncialeopard
Amerika Serikat Elang Botak Haliaeetus leucocephalus elang botak
Australia Kanguru Merah Macropus rufus kanguru merah
Bangladesh Harimau Bengal Panthera tigris tigris harimau
Belarus Bison Eropa Bison bonasus bison
Denmark Tupai Merah Sciurus vulgaris tupai merah
India Harimau Bengala Panthera tigris tigris harimau benggala
Indonesia Komodo Varanus komodoensis komodo dragon
Iran Buaya Mugger Crocodylus palustris buaya
Kamboja Kouprey Bos sauveli kouprey
Kanada Berang berang Castor canadensis berang berang
Kostarika Manatee Trichechus manatus manate
Mexico Elang Emas Aquila chrysaetos elang emas
Pakistan Markhor Capra falconeri markhor
Papua Nugini Dugong Dugong dugon dugong
Peru Vicuña Vicugna vicugna vicuna
Republik Demokrasi Kongo Okapi Okapia johnstoni okapi
Selandia Baru Kiwi Apteryx mantelli kiwi
Serbia Serigala Canis lupus lupus srigala
Somalia Leopard  Panthera pardus leopard
Tanzania Jerapah Giraffa camelopardalis jerapah